Tantangan Gurusiana oleh Casminih, M.Pd (Hari ke-21 s.d ke-30)

Sekolah Juga Perlu cantik (Tantangan Hari Ke-21#Tantangan Gurusiana)

20 Feb @Kolom

Bagaimana menurut Anda apabila bertemu dengan seseorang yang cantik? Adem dan nyaman bukan? Sepertinya demikian yang kita rasakan apabila bertemu dengan hal yang berhubungan dengan keindahan. Di manapun kita berada, keindahan akan selalu dibutuhkan untuk kenyamanan rasa.

Keindahan dan hal-hal yang dibutuhkan atau yang menyebabkannya sangat general. Kita bisa menemukan keindahan itu pada diri seseorang. Bisa juga kita menikmati kenyamanan dari lingkungan sekitar. Lukisan atau semacamnya juga tak bisa kita lupakan sebagai hal yang menimbulkan decak kagum karena keindahan yang dipancarkannya. Alam yang disajikan Sang Pencipta, tak kalah jumlahnya yang bisa kita nikmati karena menyajikan kefantastisan untuk dinikmati oleh bola mata. Jadi, betapa banyak sajian keindahan yang bisa kita nikmati.

Hal-hal yang menimbulkan kekaguman karena indah atau cantik, bisa tersaji secara alami atau dibangun/dirancang oleh manusia. Lukisan Monalisa yang viral di dunia karena kecantikan dari senyum wanita itu, hasil dari sapuan kuas Leonardo Davinci. Taj Mahal yang dikenal sebagai persembahan cinta suami (Shah Jahan) kepada istrinya (Mumtaz Mahal), juga karya terbaik seorang manusia atau kelompok. Apabila demikian halnya, kita sangat bisa untuk menyajikan keindahan/kecantikan itu.

Cantik dan indah itu tidak hanya kita letakkan di rumah. Di manapun kita bisa menyulap atau merancang tempat itu untuk menjadi cantik. Sekolah yang dihuni banyak orang pun bisa dirancang menjadi cantik. Memiliki galeri tanaman hias, akan lebih baik lagi untuk menjaga keindahan sebuah sekolah.

Mari kita sejenak meninjau SMAN 1 Sukaresmi yang terletak berdekatan dengan Taman Bunga Nusantara. Sekolah ini memiliki pojok indah yang di dalamnya berisi ragam tanaman hias. Ragam bunga anggrek tumbuh dengan perawatan yang penuh kasih sayang. Aglonema, keluarga kaktus, dan bunga hias lainnya adalah koleksi tanaman hias yang dimiliki sekolah ini. Tidak hanya di galeri saja kita bisa menjumpai tanaman hias, di setiap sudut sekolah ini pun kita bisa menjumpai ragam tanaman hias yang akan menyegarkan mata-mata yang menatap.

Efek dari keindahan dan kecantikan tanaman hias ini tentu saja menjadikan lingkungan sekolah berpenampilan cantik memesona. Apabila demikian halnya, kenyamanan interaksi dengan lingkungan akan terbentuk pada setiap orang yang berada di sekitar lingkungan sekolah itu. Mari kita cintai lingkungan dengan memperindah dan merawat dengan penuh kasih sayang dan cinta. Berawal dari kasih sayang kita terhadap tanaman, akan berbalas dengan suatu kecantikan dan keindahan dari tanaman yang kita butuhkan.

=======================================================

 

Kelasku 'Nyunda' Hari Ini (Tantangan Hari ke-22#Tantangan Gurusiana)

21 Feb @Kolom

Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Sudah tidak asing lagi dengan peribahasa itu bukan? Peribahasa itu memiliki arti, di manapun kita berada atau tinggal, maka kita harus menghormati atau menjunjung tinggi budaya setempat. Makna peribahasa tersebut mengandung nilai toleransi yang sangat tinggi. Mengajak kita semua bahwa bersosialisasi dan berbaur dengan masyarakat sekitar itu harus kita terapkan dalam perikehidupan keseharian.

Hari ini, Jumat 21 Februari merupakan Hari Bahasa Ibu Internasional. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikenal dan digunakan sebagai bahasa pertama manusia. Biasanya, bahasa ibu yaitu bahasa daerah yang digunakan masyarakat sekitar daerah di mana kita bertempat tinggal. Atau, bisa juga, bahasa ibu adalah bahasa yang digunakan oleh suami istri dalam kehidupan rumah tangganya. Sehingga ketika anak-anak mereka lahir, bahasa yang digunakan sebagai bahasa pertama anak-anak mereka adalah bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi suami istri tersebut.

Bahasa ibu seseorang bisa saja bukan bahasa daerah di mana mereka tinggal. Apalagi bila suami istri berasal dari daerah yang berbeda. Dengan demikian, bahasa daerah suami istri tersebut juga berbeda. Pada keadaan seperti ini, biasanya mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Putra-putri yang lahir dari pasangan yang demikian, bisanya diajarkan bahasa ibu dengan bahasa Indonesia.

Kembali lagi kepada peribahasa yang ditulis pada paragraf awal bahwa kita harus menjunjung tinggi budaya setempat di mana kita bertempat tinggal. Apabila kita salah satu dari seseorang yang memiliki bahasa ibu, bahasa Indonesia, bukan berarti tidak perlu menghargai bahasa atau budaya daerah. Meskipun bahasa ibu kita bahasa Indonesia, tetap saja kita tinggal di lingkungan yang memiliki bahasa daerah. Jadi, menjunjung tinggi dan menghargai bahasa dan budaya daerah setempat di mana kita bertempat tinggal, harus kita laksanakan.

Penulis sebagai guru dan para peserta didik yang hari ini belajar di kelas, bisa jadi bukan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu yang melekat. Akan tetapi, bila kita tinggal di daerah priangan yang memiliki bahasa daerah dan budaya Sunda, maka kita wajib menghargai dan melestarikan bahasa dan budaya Sunda tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, hari ini kita wajib mengimplementasikan sikap menghargai dan melestarikan budaya Masyarakat setempat. Kami yang tinggal di Kabupaten Cianjur yang kaya akan budaya daerah, ikut melebur berpenampilan 'Nyunda'. Selain berpenampilan, tentu saja kami ikut serta mencintai dan melestarikan budaya Sunda tersebut.

Gambar di artikel ini diambil dari kelas XI Bahasa SMAN 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Pada gambar itu, guru dan peserta didik menggunakan pakaian adat Sunda. Tidak merupakan halangan meskipun berkebaya atau mengenakan baju 'Kampret', untuk menunaikan pembelajaran di kelas. Mereka semua mencintai budaya Sunda. 

=======================================================

 

Kisah Si Air Cucian Beras (Tantangan Hari ke-23#Tantangan Gurusiana)

22 Feb @Kolom

Kalau Anda saat ini sesusiaku, pasti pernah mendengar cerita atau melihat sendiri, bahkan langsung mengalami sendiri, bayi yang minum air tajin atau air rebusan beras. Biasanya, bayi yang demikian adalah bayi yang ibunya meninggal atau air susu ibu bayi tidak keluar. Saat itu belum ada susu formula. Kalaupun ada susu formula, harganya sangat tidak terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah.

Mengapa air tajin digunakan sebagai pengganti air susu ibu, karena cairan yang kental hasil rebusan beras ini kaya akan nutrisi. Meminum air tajin juga dipercaya, bayi akan merasa kenyang dalam waktu yang agak lama karena air ini bertekstur tidak encer. Nutrisi yang berupa vitamin dari beras, ada dalam kandungan air tajin tersebut. Apabila beras akan direbus untuk diambil air rebusannya, maka pencucian beras harus pelan-pelan agar warna putih pada air cucian tidak keluar. Pada air warna putih hasil cucian beras inilah nutrisi diperoleh.

Era milenial ini menggeser air tajin sebagai cairan nutrisi yang dibutuhkan para bayi untuk tumbuh kembang kepada susu formula. Jadi, air cucian beras sudah tak berguna lagi? Ternyata tidak demikian. Dari dulu hingga sekarang, air cucian beras masih tetap mengandung banyak nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang. Bahkan, tumbuh kembang yang dimaksud tidak hanya untuk tumbuh kembang manusia tetapi tumbuh kembang juga untuk tanaman.

Emak-emak, ibu rumah tangga, atau para koki yang suka mencuci beras, air cucian beras itu sangat bermanfaat dalam kehidupan. Maka dari itu, sebaiknya jangan langsung dibuang ke saluran air. Cobalah, air cucian beras (air leri) itu ditampung ke dalam wadah. Mari kita kenali manfaat si putih yang banyak menganggapnya tak punya arti. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh dari limbah tersebut yaitu dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Suatu hari penulis melihat karyawan yang biasa masak di sekolah menampung air cucian beras. Setelah ditanya pengguanannya untuk apa, ternyata penulis mendapat jawaban bahwa air itu akan digunakan sebagai bahan pembuatan Pupuk Cair Organik (PCO). Sebelumnya memang sedikit mengetahui kebermanfaatan air cucian beras tersebut untuk kesuburan tanaman. Hanya saja, pengetahuan hanya sebatas pada air cucian itu langsung disiramkan ke tanaman. Sedangkan, informasi yang penulis dapatkan, ada suatu tindakan yang dilakukan pada air cucian itu. Penulis pun tertarik untuk memperhatikan Guru PKWU SMAN 1 Sukaresmi membuat pupuk cair organik.

Pada air cucian beras yang telah ditampung kira-kira sebanyak 5 liter, diberikan cairan EM4 50 ml. Selain cairan penambah tersebut, ditambahkan pula gula merah sebanyak 1 ons. Gula merah diparut agar hancur, kemudian dicampurkan pada tempat penampungan air cucian beras tadi. Diaduk hingga rata. Dimasukkan ke dalam botol-botol minuman bekas atau boleh saja masih di tempat penampungan tadi, asalkan ditutup rapat-rapat. Biarkan selama satu minggu. Setelah satu minggu, maka Pupuk Cair Organik siap disiramkan pada tanaman.

Mudah bukan membuatnya? Selain mudah juga sangat murah. Bahan-bahan yang digunakan, selain limbah yang selalu kita buang begitu saja, bahan lainnya sangat mudah diperoleh. Cara membuat sangat mudah, bahan-bahan sangat murah dan bisa diperoleh di mana saja, manfaatnya sangat membantu untuk penyediaan nutrisi tanaman kita.

 =======================================================

 

Berpesta untuk 'Raja Kecil' (Tantangan Hari ke-24#Tantangan Gurusiana)

23 Feb @Opini

Mendengar kata 'berpesta', pikiran kita akan membentuk gambaran sesuatu yang menggembirakan. Rata-rata individu dalam kehidupan menyukai pesta, meskipun ada sebagian kecil yang menghindari kegiatan tersebut. Sepertinya semua pesta akan mengajak atau menjadikan pelaku pesta berpuas diri. Kata 'berpesta' juga mengindikasikan bahwa pelaku tidak seorang diri. Artinya, pesta itu dilaksanakan dengan beramai-ramai.

Mari sejenak kita melihat contoh salah satu pesta yaitu pesta pernikahan. Rasanya suatu kejanggalan apabila seseorang menyebut pesta pernikahan, tetapi hanya berdua yang hadir dalam aktivitas itu. Pesta pernikahan pasti dihadiri oleh banyak undangan dan kerabat. Pakaian yang dikenakan para pelaku pesta atau undangan adalah pakaian terbaik yang dimiliki. Semua bergembira bersama kedua mempelai dan keluarganya yang sedang berbahagia. Doa dan harapan-harapan masa depan pengantin mengalir dari semua yang hadir.

Berkaitan dengan kata 'pesta' yang telah terurai di atas, negara kita juga kerap mengadakan pesta, yaitu pesta demokrasi. Berbeda dengan pesta yang telah dicontohkan di atas, datang ke pesta ini tidak perlu mengenakan pakaian mewah. Cukup berpakaian bersih, rapi, dan sopan, kita bisa berbaur dalam sebuah pesta. Pesta yang ini bukan pesta merayakan kebahagiaan, melainkan pesta memilih pemimpin dalam kepemerintahan.

Hari ini, Minggu 23 Februari 2020, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, serentak mengadakan pesta demokrasi Pilkades (Pemilihan Kepala Desa). Rakyat Cianjur diimbau untuk menggunakan hak pilihnya yaitu memilih pemimpin di desanya masing-masing. Jangan sampai kita tidak ikut berpartisipasi sebagai warga negara dalam pemilihan 'Raja Kecil' atau Kepala Desa yang dipilih sebagai pemimpin.

Pemilihan Kepala Desa sepertinya lebih terasa dekat di hati yang dirasakan oleh seluruh warga desa. Calon-calon pemimpin yang akan menjadi Kepala Desa nantinya, telah dikenal oleh seluruh rakyat. Tidak ada lagi asal pilih karena tidak mengenal calon pemimpin yang harus dipilih. Jadi, pesta demokrasi Pilkades ini tidak akan berlanjut kepada pembicaraan asal milih. Tidak ada lagi memilih berdasarkan cantik atau gantengnya calon pemimpin. Tidak ada lagi alasan memilih dia karena dia artis yang sering muncul di televisi atau semacamnya.

Mari kita berpesta untuk memilih 'Raja Kecil' guna berlangsungnya pemerintahan desa kita yang lebih baik. Jangan biarkan suara kita terkubur tanpa arti karena kita tidak menggunakannya. Warga negara yang baik pasti ikut berpartisipasi dalam menentukan dan memilih pemimpinnya.

======================================================= 

 

Gladi Bersih UNBK SMAN 1 Sukaresmi (Tantangan Hari ke-25#Tantangan gurusiana)

24 Feb @Reportase

Sering bukan kita mendengar 'gladi bersih'? Gladi bersih adalah pelatihan umum yang terakhir kali sebelum pelaksanaan acara/kegiatan sesungguhnya. Segala sesuatu tentang acara itu dipersiapkan semirip mungkin. Tujuannya agar pelaksanaan acara tidak lagi dianggap atau dirasakan asing oleh peserta acara/kegiatan tersebut.

Selanjutnya, mari kita tinjau judul artikel ini yaitu "Gladi Bersih UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer)". Berdasarkan uraian paragraf di atas, Gladi Bersih UNBK, berarti pelatihan terakhir menjelang UNBK yang sesungguhnya. Hal yang berkaitan dengan gladi bersih UNBK itulah yang dilakukan oleh Civitas Akademika SMAN 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur.

Hari ini, Senin tanggal 24 Februari 2020, SMAN 1 Sukaresmi yang beralamat di Jalan Mariwati Km. 4 Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, melaksanakan gladi bersih UNBK. Gladi bersih diikuti oleh 420 siswa kelas XII. Mereka terbagi ke dalam tiga konsentrasi jurusan, yakni Konsentrasi Ilmu Bahasa dan Budaya, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jumlah kelas bahasa sebanyak satu kelas, IPA dengan jumlah paling banyak, 7 kelas, dan IPS sejumlah 4 kelas.

Laboratorium Komputer yang dimiliki SMAN 1 Sukaresmi sebanyak 4 ruangan. Seluruh ruang laboratorium komputer digunakan sebagai tempat diselenggarakannya gladi bersih UNBK. Kegiatan gladi bersih ini dipersiapkan dan didampingi oleh proktor dan teknisi. Empat orang proktor (pengendali server dan kegiatan) dan empat orang teknisi (mempersiapkan hardware dan software) yang diperlukan pada kegiatan UNBK.

Beberapa guru juga dilibatkan pada kegiatan ini. Kaur Kurikulum beserta staf sebagai perencana kegiatan dan beberapa orang guru sebagai pengawas yang dilibatkan untuk menangani aktivitas gladi. Sebelumnya, seluruh pengajar kelas XII juga bahu-membahu membantu dan membimbing para peserta didik menuju pada UNBK. Staf pengajar sejumlah mata pelajaran di kelas XII semua jurusan, telah membimbing siswa asuhannya agar siswa tak menemui kesulitan atau rintangan yang berarti dalam menghadapi UNBK.

Jadwal gladi bersih UNBK dibagi ke dalam tiga sesi perhari. Hal itu mengingat, jumlah laboratorium komputer yang dimiliki sekolah tidak sebanding dengan jumlah peserta didik. Jumlah kelas XII sebanyak 12 kelas, sementara jumlah laboratorium komputer yang dimiliki sekolah hanya 4 ruangan. Ketidaksesuaian antara jumlah laboratorium komputer yang dimiliki sekolah dan jumlah peserta didik yang tidak berimbang inilah, akhirnya melahirkan keputusan untuk dijadwalkan tiga sesi perhari. Prinsip kami, seluruh siswa bisa terlayani dengan baik dan bisa menyesuaikan dengan keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.

======================================================= 

 

Tragedi Payung Ungu (Tantangan Hari Ke-26#Tantangan Gurusiana)

09:09 @Cerpen

Marni baru saja ditinggal suami untuk selamanya. Hal terberat yang membebani jiwa perempuan tigapuluh tahunan ini adalah karena ia harus membesarkan Marlita yang masih orok 7 bulan. Dulu suaminya yang menafkahi dirinya dan Lita dari hasil sebagai buruh perkebunan sayuran di Desa Batu Lawang. Meskipun hanya 40.000 perhari, Marni dan suaminya sangat mensyukuri rezeki itu. Kini, lubang rezeki itu tertimbun, ia harus menggali lubang baru untuk menyambung nyawa dirinya dan si buah hati.

Dalam kesedihan mendalam, Marni tersambung dengan Supardi. Secara tidak sengaja, ia berpapasan di jalan dengan teman suaminya itu, sepulang dari Pos Yandu. Dulu, Supardi juga menyambung penghidupan dari perkebunan sayur. Tapi kini, Supardi bekerja sebagai petugas kebersihan (caraka) di Sekolah Dasar Pasir Jambu.

"Ikut berduka cita. Yang sabar ya." Supardi menyalami Marni. Marlita memandangi Supardi dengan tatapan polos. Supardi membalas tatapan balita perempuan itu dengan senyum ramah.

"Ya. Terima kasih. Hmm...barangkali ada pekerjaan yang bisa saya kerjakan di tempat kerja Akang?" dengan keberanian maksimal, Marni menyampaikan itu. Supardi turun dari motor dan memposisikan kendaraan roda dua yang hampir tak berbentuk itu, ke rerumput. Mereka terlibat percakapan.

"Kebetulan, di sekolah sedang butuh cleaning servise, tukang bersih-bersih, gitu. Mau?"

"Mau...mau." Senyum Marni memburai. Terbayang di otaknya, nasib ke depan akan baik-baik saja.

"Tapi, anakmu gimana?"

"Aku titipkan ke kakak. Mudah-mudahan beliau bersedia."

*********

Marni sudah bekerja selama sepuluh hari di sekolah bersama Supardi. Tapi ada hal aneh tentang status Marni yang disampaikan Supardi kepada pihak sekolah. Marni berstatus belum menikah. Berarti sudah pasti tanpa anak. Status inilah yang memberatkan Marni karena Marlita tidak boleh muncul di tempat kerjanya. Setiap ia telat datang ke sekolah karena Marlita kecil sakit atau rewel, ia harus mengalihkan alasan dengan kebohongan. Tiga bulan menunaikan pekerjaan, ada hal menganjal yang dirasakan Marni dengan statusnya yang dikenalkan oleh Supardi.

"Kang, maaf, saya tidak bisa ke sekolah. Lita sakit dan uwaknya juga sakit. Ini telepon milik ponakan. Katanya saya harus ngasih tahu Akang kalau ini nomor ponakan."

"Sudah dibawa berobat?"

"Belum. Kalau hari ini turun bayaran, maaf ya minta tolong. Mau digunakan untuk berobat."

Usai jam kerja, Supardi langsung meluncur menuju rumah Marni. Diketuknya pintu.

"Silakan masuk." Marni menyilakan tamunya. Supardi langsung memegang kening Marlita yang ada pada gendongan Marni.
"Panas. Bersiaplah, saya antar ke bidan." jelas Supardi. Marni membawa Marlita ke kamar untuk berganti baju.

Dalam pada itu, datanglah beberapa tamu dari sekolah tempat Marni dan Supardi bekerja. Kepala sekolah, bendahara sekolah, dan dua orang guru yang menyambangi rumah Marni. Mereka menerima warta dari Supardi kalau Marni sakit keras. Terbelalaklah mereka setelah melihat Supardi ada di tempat itu. Hal yang mereka tahu bahwa Supardi memiliki istri. Kecurigaaan yang menyeruak membuat Supardi salah tingkah. Keganjilan yang dirasakan para tamu juga membuncah setelah Marni keluar dari kamar dengan menggendong Marlita.

"Ini salah paham. Tolong dengarkan saya dulu. Ini tidak seperti yang kalian pikirkan." lagak supardi seperti bintang di sinetron.

"Jadi...jadi...Marni itu.." Supardi tersedak. Ia batuk-batuk. Keringat dingin memburai membasahi wajah dan tubuhnya. Napas Supardi tersenggal-senggal. semua membantu menenangkan Supardi. Pandangan kosong tanpa sepatah kata menjadikan orang-orang sekitar khawatir tingkat tinggi akan keadaan Pardi.

=======================================================

 

SMAN 1 Sukaresmi Berkenalan dengan AKM (Tantangan Hari Ke-27#Tantangan Gurusiana)

26 Feb @Reportase

Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, akan meniadakan Ujian Nasional pada Taun 2021. Peniadaan/penghapusan tersebut bukan hanya sebuah penghapusan saja, melainkan sudah menyiapkan penggantinya. Mendikbud telah menyiapkan pengganti UN tersebut dengan konsep Asesmen Kompetensi minimal (AKM) dan survei karakter.

Penghapusan UN ini bukannya tidak beralasan. Menurut Mas menteri, Ujian Nasional tersebut dinilai sangat kompleks. Maka dari itu, dicarinya pengganti yang menuju kepada penyederhanaan. Ditemukanlah konsep asesmen yang dapat mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan peserta didik. Dalam Asesmen Kompetensi Minimal, materi yang dinilai adalah literasi dan mumerasi.

Apakah 'Literasi' dan 'Numerasi' termaksud di atas? Menurut Mas Menteri, literasi itu bukan hanya kemampuan membaca. Literasi adalah kemampuan menganalisis suatu bacaan. Kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan 'numeresi' masih menurut Mas Menteri, adalah kemampuan menganalisis dengan menggunakan angka-angka. Ditegaskan oleh Mas Menteri bahwa pengganti ujian nasoinal itu bukan lagi berdasarkan mata pelajaran.

Asesmen Kompetensi Minimal, sekarang ini sedang tenar/viral. Ketenarannya bahkan mampu mengalahkan kiprah film 'Milea'. Hal itulah yang mampu menggugah keingintahuan atau rasa penasaran para peserta didik dan para pendidik. Mereka ingin mengetahui apa dan bagaimana Asesmen Kompetensi Minimal itu. Jenis soalnya seperti apa, konten dan materinya apa dan bagaimana, adalah hal yang kuat muncul ke permukaan. Pemerintah pun tanggap akan hal ini. Maka disusunlah jadwal pengenalan AKM untuk para siswa dan guru secara nasional.

Berdasarkan uraian di atas, SMAN 1 Sukaresmi menyelenggarakan pengenalan AKM sesuai jadwal tersebut. Hari Selasa tanggal 25 Februari 2020, para peserta didik dikenalkan dengan soal-soal AKM. Hari ini, Rabu, 26 Februari 2020, giliran para guru yang dikenalkan kepada soal-soal AKM. Kami, para guru dijadwalkan menjadi tiga sesi dalam pengenalan AKM tersebut.

Suasana gaduh mengawali kegiatan ini. Hal itu harap menjadi maklum karena kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan. Pengerjaan soal diawali dahulu dengan 'Login". Setelah itu baru kami dapat melihat soal-soal yang harus kami jawab/selesaikan. Soal-soal terbagi ke dalam dua paket. Masing-masing paket disediakan waktu selama 30 menit. Kami mengerjakan soal-soal menghabiskan waktu 60 menit. Jumlah soal tiap paket sangat beragam, 10 hingga 15 soal. Soal-soal yang kami kerjakan juga berbeda.

Kualitas soal yang ditujukan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi, sudah sangat baik. Penyelesai soal diajak untuk berpikir luas dan mendalam. Disediakan juga jawaban isian sebagai pertanggungjawaban atas opsi jawaban yang dipilih. Materi dan konten soal, memang benar adanya, berupa kompetensi literasi dan numerasi, serta karakter.

=======================================================

 

Orang Kaya Baru, YouTuber (Tantangan Hari Ke-28Tantangan Gurusiana)

27 Feb @Kolom

Sejenak kita tanyakan kepada diri kita (orang-orang yang saat ini sudah memiliki pekerjaan), akan masa kecil dulu. Pernah bukan Anda menginginkan menjadi sesuatu atau bahasa kerennya disebut dengan 'cita-cita'? Anda sepertinya mengulum senyum mengingat masa kecil dengan sebuah cita-cita yang melambung. "Aku ingin menjadi dokter anak". "Aku kalau sudah besar nanti ingin menjadi pilot". "Kalau aku ingin menjadi astronot, ingin pergi ke bulan". Kalimat-kalimat itu sering meluncur dari insan-insan yang optimis dapat meraih masa depan dengan gemilang.

Saat itu (masa kecil orang-orang yang saat ini sudah bekerja), tidak pernah terdengar seorang anak yang menyampaikan cita-citanya, "Ingin menjadi YouTuber". Itu berarti, pekerjaan manusia di bumi ini selalu mengikuti irama perkembangan zaman seiring dengan berkembang teknologi. Atau bisa saja kita mengatakan, "Pekerjaan di muka bumi ini, hilang tumbuh dan berganti". Dulu, jasa Pak Pos sangat kita butuhkan untuk mengirimkan kabar berita kepada handai taulan. Sekarang, pekerjaan itu sudah terpinggirkan, dan tentu saja tumbuh pekerjaan yang lain sebagai pengganti.

Zaman Millenial ini telinga kita tidak asing lagi mendengar anak kecil menyampaikan "Ingin menjadi You Tuber". Tidak perlu menutup mata dan telinga menghadapi kenyataan itu. Harus kita sadari, YouTuber adalah profesi yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk kita menghela napas menjalani kehidupan. Profesi baru ini akan mampu sejajar dengan profesi apapun yang menurut penilaian kita merupakan profesi yang menjajikan untuk membentangkan tiang pancang kehidupan seseorang.

Sebut saja misalnya YouTuber Indonesia yang sudah mendunia, Atta Halilintar. YouTuber yang tak kalah tenar lainnya, Ria Ricis. Mereka bahkan bisa memanfaatkan pekerjaannya itu dengan menggandeng atau mempekerjakan orang lain. Itu berarti, mereka sudah berkontribusi sebagai penyedia pekerjaan untuk orang banyak. Layaknya sebuah perusahaan yang di dalamnya mempekerjakan beberapa karyawan, hal itulah yang dilakukan para YouTuber.

Membaca ulasan di atas rasanya tak perlu kita menyampaikan 'uneg-uneg yang pesimistis'. Apabila Anda mengatakan bahwa yang sukses sebagai YouTuber hanya mereka berdua, itu salah besar. Setelah mereka berdua, di belakang bermekaran YouTuber-YouTuber baru yang mengekor kesuksesan mereka. Salah satunya yaitu Yon Bayu Wahyono. Pria nyentrik ini memiliki cara tersendiri untuk mencapai 'Monetisasi YouTube'.

Tak ada salahnya bukan kalau kita ingin sedikit mengetahui hal-hal yang harus dilakukan apabila kita ingin mencoba menjadi YouTuber? Inilah langkah globalnya.

  1. Buatlah akun Google
  2. buatlah Channel YouTube
  3. Milikilah perlengkapan yang mendukung
  4. Tentukan konten yang akan dibagikan
  5. Lakukan pengambilan konten dengan baik
  6. Lakukan editing
  7. Bagikan konten melalui medsos
  8. Maksimalkan jumlah Subsciber

Jangan lupa, galihlah ilmu sebanyak mungkin dari sang YouTuber yang sudah mencapai monetisasi.

======================================================= 

 

Tragedi Payung Ungu (Episode 2) (Tantangan Hari Ke-29Tantangan Gurusiana)

28 Feb @Cerpen

Supardi siuman dari pingsan. Ia tengok kanan dan kiri karena tempat itu terasa asing baginya.

"Dimana aku?" tuturnya.

"Di rumah Pak Mantri Nandang. Pak Supardi pingsan tadi, di rumah Bu Marni." jelas Bu Saskia, guru kelas IV SD Pasir Jambu. Muka Supardi terlihat memerah. Supardi mengangkat badannya mencoba mau turun dari tempat tidur. Ia meringis, sepertinya pusing.

Supardi akhirnya diantar pulang oleh dua orang guru. Marni yang habis membawa Marlita berobat ke Bidan, ikut menengok Supardi di rumah Pak Mantri Nandang. Marni dan rombongan yang akan mengantarkan Supardi bertemu di pintu keluar. Pardi memandang Marni agak lama. Tapi, mulutnya tetap terkunci. Supardi dan Para guru berlalu dari pandangan Marni. Ibu dan anak itu memutuskan untuk pulang ke rumah.

Keesokan hari, Marni sudah menunaikan kewajibannya untuk bekerja. Ia tak melihat sosok Supardi. Pak Musafah yang kemarin mengantar Supardi menyampaikan warta kepada Marni bahwa Supardi masih sakit. Hari itu, Marni bekerja agak berat karena mengerjakan juga pekerjaan Supardi. Tapi sepertinya Marni ikhlas bisa mengerjakan pekerjaan orang lain.

Sebenarnya Marni berperasaan tak enak karena belum menengok Supardi yang sakit. Akan tetapi rasa bersalahnya itu sedikit terobati.

"Bukankah di rumah Supardi itu ada istri yang bisa membantu dalam sakitnya. Sudahlah. Paling aku akan minta maaf besok lusa karena belum menengoknya." gumam Marni. Ia fokus dengan pekerjaan yang agak banyak. Waktu berlalu cepat yang dirasakan ibunda Marlita itu. Rampung juga pekerjaan. Ia bersiap pulang. Ditujunya pangkalan ojeg yang tak jauh dari sekolah.

Marni membonceng ojeg dengan lelah yang memburu. Motor ojeg membelok ke jalan setapak menuju rumahnya. Jalan tak bisa dijejaki mobil tapi cukup untuk sepeda motor. Tiba-tiba, tukang ojeg menghentikan motornya. Marni sangat kaget karena di depannya sudah berdiri Supardi. Ternyata Supardilah yang menghentikan ojeg itu.

"Sudah sampai di sini ya. Biar saya yang melanjutkan." ucap Supardi kepada tukang ojeg sambil memberikan ongkos kepada tukang ojeg. Marni terbengong. Ibunda Marlita itu bak kehabisan kata-kata. Bingun harus mengatakan apa kepada Supardi atas semua yang terjadi.

"Ayo naiklah, saya antarkan." suruh Supardi. Marni agak ragu menaiki motor Supardi.

"Biar aku jalan saja. Bukankah sudah dekat." Marni melangkah ke depan.

"Hei, saya sengaja menunggumu untuk mengantarmu pulang." sambil menarik tangan Marni. Marni menatap tajam kepada Supardi. Semakin bertambah keanehan yang bergejolak di hati Marni, akan Supardi. Marni bersikukuh untuk tidak ikut Supardi. Akhirnya Supardi mengalah, mengikuti Marni dari belakang sambil menuntun motor.

Sampai juga di rumah Marni. Marlita sudah ada di teras bersama uwaknya. Marni langsung menggendong anaknya yang sudah sedari tadi menanti kedatangannya. Ibu dan anak itu memasuki rumah sederhana peninggalan suami Marni. Hal pertama yang dilakukan Marni adalah menyusui anaknya. Setelah sang anak kenyang, ia lalu membuka bungkusan lotek yang tadi dibelinya dekat sekolah. Ia makan dengan lahap.

"Astagfirullah haladzim. Kang Supardi sudah pulangkah?" Marni segera melangkah cepat. Didongakkannya kepalanya keluar untuk memastikan apakah supardi masih ada di luar atau sudah pualang. Tertangkap oleh mata Marni, sesosok lelaki dengan pandangan lusuh, menatap dedaunan yang menjurai. Melihat hal itu, Marni segera keluar.

"Saya buatkan teh ya?" Supardi hanya membisu. Setelah itu mengangkat pantatnya yang sedari tadi dihujamkan pada bale-bale bambu yang keras. Ia menatap Marni. Masih tanpa kata-kata. Ia menuju motor bututnya. Dinyalakannya mesin motornya berkali-kali. Tak menyala. Akhirnya terdengar mesin motornya menderu dibarengi dengan asap yang menyesakkan dada. Supardi meninggalkan rumah Marni dengan mennyisakan teka-teki.

"Lita bobo ya biar cepat sembuh." tutur Marni kepada anaknya. Dibukanya pintu rumah yang menimbulkan derit karena usia pintu yang tak muda lagi. Marni terkesiap karena di dalam rumah ada kakak yang membantunya mengasuh Marlita bila ia bekerja.

"Apa yang kamu lakukan bersama pria itu?" tiba-tiba kakaknya melontarkan kalimat itu.

"Maksudnya apa?"

"Kamu punya otak, masa tidak digunakan." volume agak tinggi yang meluncur dari mulut kakak Marni.

"Saya tidak mengerti sama sekali. Sepertinya saya korban dari keadaan ini." Entah dari mana Marni memiliki kalimat itu dan apa maksud kalimat itu. Marni menangis. Marlita memandangi ibunya. Ada gurat sedih dari wajah balita yang polos itu. Tangan mungilnya berkali-kali menyentuh wajah Marni yang berurai air mata.

"Dia menyampaikannya, tadi." kakak Marni menutup ucapannya.

Marni meninggalkan kakaknya,menuju belakang rumah. Dipandanginya pohon-pohon bayam yang tertiup angin. Teduh dan damai matanya menyaksikan lambaian daun-daun bayam yang menghijau.

"Apa aku harus mengadu padamu? Apa sebenarnya yang terjadi? Siapa Supardi?" Sambil meninabobokan Marlita, lubuk hati Marni bertanya-tanya tak tentu arah.

=======================================================

 

Mari Kita Berpuisi (Tantangan Hari Ke-30Tantangan Gurusiana)

29 Feb @Kolom

Suatu keberuntungan dan pengalaman luar biasa kalau bisa menyaksikan langsung Sutardji Calzoum Bachri membaca puisi. Vokal/suaranya yang menggelegar mampu menggetarkan ruangan yang begitu luas. Penghayatan yang sangat baik, menjadikan makna puisi mengenai titik bidik pemahaman penyimak. Ditambah lagi kharismatik beliau sebagai sastrawan legendaris, bukan hanya mampu menggetarkan ruangan, nurani penyimak juga bergetar hebat.

Mendapatkan keberuntungan juga, pernah memilki pengalaman langsung sebagai penyimak dalam pembacaan puisi yang dilakukan oleh Taufik Ismail. Seperti halnya Bang Tardji, demikian Sutardji Calzoum Bachri memiliki panggilan akrab, Taufik Ismail juga salah satu sastrawan terbaik yang dimiliki Indonesia. Karakter yang tenang tapi mampu menyempaikan pesan yang terkandung dalam isi puisi adalah yang melekat pada pria yang selalu berpenampilan religius ini.

Hamid Jabar adalah sastrawan lainnya yang memiliki kharismatik di atas panggung saat melantunkan puisi. Meski kini telah tiada, ciri khas lelaki yang berperawakan kurus ini mampu menempati sudut apresiasi penyimaknya. Membawa alat musik sederhana buatannya dalam membaca puisi, menjadikan roh puisi hadir dalam tuturan pesan yang terkandung. Vokal/suara Hamid Jabar dalam berpuisi, sangat berkarakter seperti halnya dua sastrawan yang telah dijelaskan di atas.

Lalu, bolehkah kita membaca puisi berkiblat kepada salah satu sastrawan yang kita kagumi? Boleh dan sah-sah saja jawabannya. Akan tetapi yang harus kita perhatikan, jangan menjadi imitasi sastrawan yang menjadi kiblat kita dalam berpuisi. Mengapa, karena kita tidak akan menemukan jati diri kita sesungguhnya dalam berpuisi. Sebaiknya jangan menjadi bayang-bayang orang lain, tetapi jadilah diri kita sendiri karena kita memang benar adanya.

Hal yang penting dari berpuisi bukan meniru bahkan mengimitasi orang lain dalam membaca puisi, tetapi ada hal-hal yang lebih penting untuk kita perhatikan. Hal-hal yang jauh lebih penting misalnya berikut ini.

  1. Pelafalan, adalah cara kita mengucapkan bunyi bahasa sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam pengucapan.
  2. Intonasi adalah tinggi rendahnya irama dengan memperhatikan tekanan dinamik, tekanan nada, dan tekanan tempo.
  3. Sikap/Gerak-gerik, adalah bagaimana pembaca puisi memposisikan diri dalam menyampaikan makna isi puisi. Sikap ini dapat menghipnotis dan mengajak penyimak puisi kepada pesan yang ingin kita sampaikan.
  4. Mimik/Bahasa Air Muka, adalah apa-apa yang ditampilkan melalui raut muka seirama dengan suasana isi puisi yang ingin disampaikan. Mimik akan bisa membawa penyimak terlarut menyelami maksud yang disampaikan pembaca puisi.
  5. Volume Suara, adalah kekuatan yang merupakan bahan bakar untuk meyampaikan seluruh yang terkandung pada puisi itu. Volume hendaknya berdinamika mengikuti jenis suasana yang ingin disampaikan.
  6. Kelancaran Penyampaian, adalah putus sambungnya lantunan satuan bahasa yang disampaikan pembaca puisi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh ketenangan dan kepercayaan diri si pembaca. Apabila ketidakpercayaan diri muncul, maka patahan-patahan ucap atau hentian yang tidak perlu akan muncul atau dilakukan oleh yang berpuisi. Patahan atau hentian yang tidak seharusnya dilakukan, akan menghancurkan makna dari isi puisi dan pesan yang ingin disampaikan.

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Studi Komparasi Pembelajaran Tatap Muka di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Komisi V DPRD Provinsi Banten Kunker ke SMAN 1 Sukaresmi

SUKARESMI – SMAN 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur menerima kunjungan kerja (kunker) Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten dalam rangka studi kom

25/09/2020 13:55 WIB - Admin Web
Pelepasan dan Kenal Pamit Keluarga SMAN 1 Sukaresmi

Dua tahun lebih, beliau mendedikasikan dirinya dan mengabdi untuk kemajuan SMAN 1 Sukaresmi, sekolah yang berada di daerah yang menurutnya sangat sejuk dan asri. Dari senin sampai denga

23/07/2020 09:15 WIB - Admin Web
Rapat Pleno Kenaikan Kelas Masa Pandemi (Penulis: Casminih, S.Pd., M.Pd.)

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Berita tentang bertambahnya jumlah orang-orang yang terjangkit wabah Corona, setiap hari selalu ditayangkan di televisi. Jumlah pasien yang sembuh

16/06/2020 13:12 WIB - Casminih, S.Pd.
Rindu Nyanyian itu (Penulis: Casminih, S.Pd., M.Pd.)

Sudah lebih dari dua bulan, Covid-19 nyaris membungkam aktivitas di luar rumah. Virus yang melanda dunia itu mengobrak-abrik kesehatan, ketentraman, keakraban, dan kebahagiaan umat manu

20/05/2020 07:31 WIB - Casminih, S.Pd.
Mencumbu Angin di Bukit Sikunir, Dieng (Oleh: Casminih, M.Pd.)

Bangsa Indonesia patut bangga dengan dikaruniahi keindahan alam yang tiada tara. Macam ragam keindahan alam inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan destinasi wisa

06/05/2020 11:17 WIB - Casminih, S.Pd.
Rapat Dinas Sekolah di Tengah Pandemi Corona

Rapat Dinas Sekolah di Tengah Pandemi Corona Oleh: Casminih Tapip                   Awal kemunculan Covid

01/05/2020 17:06 WIB - Admin Web
Puisi dari NataPrawira

  Sebuah Karya nan Indah. Buah karya siswa SMANLA teruntuk Para Guru Tercinta. Puisi ini merupakan hasil dari Rusli Pauji Kelas XII IPS 2  

27/04/2020 20:51 WIB - Admin Web
Tantangan Gurusiana oleh Casminih, M.Pd (Hari ke-11 s.d ke-20)

Paduan Suara Laksana Kehidupan (Tantangan Hari ke-11#Tantangan Gurusiana) 10 Feb @Opini "Kalau tidak ada Si A, apa jadinya ya kelangsungan lembaga kita ini". "Si B, kok hobinya ber

10/02/2020 14:10 WIB - Admin Web
Tantangan Gurusiana oleh Casminih, M.Pd (Hari ke-1 s.d Ke-10)

Paru-Paru itu Dedaun yang Penuh Cinta (Tantangan Hari ke-1#Tantangan Gurusiana) 31 Jan @Kolom Anda pasti pernah bersua dengan seseorang yang bermasalah dengan paru-paru. Barangkali

31/01/2020 10:05 WIB - Admin Web